IMAM AL-GHOZALI

IMAM AL-GHOZALI

  1. BIOGRAFI AL-GHOZALI

Imam Al-Ghozali, sebuah nama yang tidak asing ditelinga kaum muslimin. Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf. Memiliki pengaruh dan pemikiran yang telah menyebar ke seantero dunia Islam. Ironisnya sejarah dan perjalanan hidupnya masih terasa asing. Kebanyakan kaum muslimin belum banyk mengenalnya. Berikut merupakan sebagian sisi kehidupannya. Sehingga setiap kaum muslimin yang mengikutinya, hendaknya mengambil hikmah dari sejarah hidup beliau.

Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad Al-ghozali Ath-Thusi merupakan nama lengkap dari Al-Ghazali sebagai panggilannya atau Abu Hamid Al-Ghozali (lihat Adz dzahabi, siyar A’lam Nubala’ 19/323 dan As Subki, thabaqat Asy Syafi’iyah 6/191). Ia adalah seorang persia asli nyang dilahirkan pada tahun 450 H/1058 M di Thus (sekarang dekat Mashed), sebuah kota kecil di Khurasan (sekarang Iran). Ia lahir setelah tahun ketiga setelah kaum Saljuk mengambil alih kekuasaan di Baghdad. Nama Al-Ghozali terkadang juga di tulis dan di ucapkan dengan kata Al-ghozzali (dua huruf z). Kata ini diambil dari kata Ghozzal yang artinya tukang pintal benang, karena pekerjaan ayahnya Al-Ghozali memintal benang wol. Adapun kata Al-Ghozali (satu huruf z) diambil dari kata Ghazalah, yaitu nama perkampungan tempat Al-Ghozali dilahirkan .

Tokohterbesardalamsejarahreaksi Islam Neo-Platonismeadalah Al-Ghozali, seorangahlihukum, teolog, fiosof, dansufi. Pertama tama Al-Ghozalimemusatkanperhatianyuridisprudensi(fiqh) dengansalahseorangRadskani, kemudianberpindahkeJurjan di manaiameneruskanstudinyadengan Abu Al-Qosim Al-Ismaili. Meskipunbegitu, Gurunya yang paling besaradalah Al-Juayni, seorangteologasy’ariyah yang terkemukasaatitu. Al-Juwaynimemprakarsaimuridnya yang brilianinikedalamstudikalam,filsafat, danlogika. Perkenalannyadenganteoridanpraktekmistikismeadalahberkatjasa Al-Farmadzi (w. 1084), seorangsufiterkemuka.

AyahnyaadalahseorangMuslimketurunan Para ahlitasawufyangshalehdanmeninggalduniaketika Al-Ghozalibesertasaudaranyamasihkecil.Menjelangwafatdiamewasiatkanpemeliharaankeduaanaknyakepadatemannyadarikalangan orang yang baik. Diaberpesan, “Sungguhsayamenyesaltidakbelajarkhat (tulismenulisarab) dansayanginmemperbaikiapa yang telahalamikepadakeduaanakini, makasayamohonengkaumengajarinya, danharta yang sayatinggalkanbolehdihabiskanuntukkeduanya.”

Setelahmeninggal, makatemannyatersebutmengajariilmu, hinggahabislahhartapeninggalan yang sedkittersebut. Kemudiandiamemintamaaftidakdapatmelanjutkanwasiat orang tuanyadenganhartabenda yang dimilikinya. Diaberkata, “ketahuilaholeh kalian berduauntukmasuk madrasah seolah-olahsebagaipenuntutilmu, sehinggamemperolehmakananyangdapatmembantu kalian berdua.”

Lalukeduanyamelaksanakananjurantersebut. Inlah yang menjadisebabkebahagiaandanketinggianmereka, demikianlahdiceritakanoleh Al-Ghozali, hinggabeliauberkata, kami menuntutilmubukankarena Allah ta’ala, akantetapiilmuenggankecualihanyakarena Allah ta’ala. (DinukildariThabaqatAsySafi’iyah 6/193/194).

Beliaupunbercerita, bahwaayahnyaseorang fakir yang shalih, tidakmemakankecualisesuaipekerjaannyadarikerajinanpakaiankulit. Beliauberkelilingmengunjungiahlifikihdanbermajelsdenganmereka (ahlifikih), beliamenangisdanmemohonkepada Allah ta’alauntukdiberikananak yang ahlidalamceramahnasihat. Kiranya Allah mengabulkankeduadoabeliautersebut. Imam Al-Ghozalimenjadiseorang yang faqihdansaudaranya (Ahmad) menjadiseorangyangahlidalammembericeramahnasihat (DinukildariThabaqatAsySafi’iyah 6/194).

Nasib Al-Ghozalitelahmenariklangkah yang menentukansebagaihasilpertemuandenganNidham Al-Mulk, Wazir sultan SaljukMalikshah. Pertemuanini yang membuatdoktrinerituterbakarolehsemangat yang kuatuntukmempertahankanortodoki Sunni, danakibatnyaiamenyerangheterodoksiSyi’ah (Isma’illiyah) kekhalifahanFatimiyahsaingannya di Kairo. Yang terakhirtelahdenganbegituberhasilmenggunakansenjataganda propaganda danpembunuhanpolitik di seluruhduniamuslimsehingga orang-orang Saljukmerasaberkewajibanmenjawabtantanganini. UntuktujuaninilahNidham al-Mulkmendirikansekolah-sekolahatau seminar-seminar teologis yang diberinamasesuaidengannamanya, diseluruhbagiantimurkerajaan, di manastudifiahSyafi’idanteologiAsy’ariahdituntutsecaraaktif.

  1. KARYA KARYA IMAM AL-GHOZALI

Sebagaiseorangilmuwan, Al-ghozaliberhasilbuku-bukuTahafuFalasafih, Al-MunqizminadlDlalal, IhyaUlumudin, manthik, FiqhidanusahulFiqhi, Tafsir, Akhlak, AdatKesopanan.

Bukunya Al-MunqizminadlDlalal (penyelamatdankesesatan) berisisejarahperkembanganalampikirannyadanmencerminkansikapnya yang terakhirterhadapbeberapamacamilmu, sertajalanuntukmencapaiTuhan. Banyakpenulis modern yang mengikutijejak Al-Ghozalidalammenulisautobiografi.

Nama Al-Ghozali semakin masyhur dikawasan Kerajaan Bani Saljuk ketika ia iangkat sebagai guru besar leh Nizham Al-Muluk di Universitas Nizhamiyah Baghdad pada tahun 483 H/1090 M, dalam usia relative muda,yaitu tiga puluh tahun.

Al-Ghozali sangat aktif dan disiplin dalam memberikan kuliah dalam bidang fikih madzhab syafi’i. Disela-sela kegiatan rutinitas dalam memberikan kuliah, ia juga rajin dan tekun mempelajari filsafat secara mendalam secara otodidak. Kurang lebih dua tahun, ia telah mampu dan menguasai segala aspek filsafat Yunani, terutama ilmu filsafat yang sudah diolah para filosof muslim kenamaan, seperti Al-farabi, Ibnu Sina, Ibnu Maskawaih (w. th 431 H). Penguasaan terhadap kemampuan Al-Ghozali dibuktikan dengan sebuah karya yang mengagumkan dengan bukunya Maqashid Al-Falasifah.

Dalam masa hidupnya,baik sebagai penasehat penguasa maupun sebagai guru besar Nizhamiyah di Baghadad, baik dalam kondisi skeptis di Nisabur sampai menemukan keyakinanya yang mantap,Al-Ghazali tetap aktif dan produktif menyusun berbagai karya ilmiah dalam disiplin ilmu yang beragam.

Sulaiman Dunya menyatakan dan mencatat bahwa karya tulis Imam Al-Ghozali mencapai kurang lebih 300 buah. Ia mulai mengarang bukunya pada usia 25 tahun ketika masih berada di Nisabur. Adapun waktu yang digunakan untuk mengarang adalah selam tiga puluh tahun. Hal ini berarti, dalam setiap tahun ia menghasilkan karya tidak kurang dari sepuluh buah (Kitab /Buku) besar dan kecil dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, yang diantaranya sebagai berikut.

  • Ilmukalamdanfilsafat
    1. Maqashid Al-Falasifah
    2. Tahafut Al-Falasifah
    3. Al-Iqtishhad fi Al-I’tiqad
    4. Al-MunqidminAdh-Dhalal
    5. MaqashidAsma fi Al-ma’an, Asma Al-Husna
    6. Faishal At-Tafriqat
    7. Qisthas Al-Mustaqim
    8. Al-Musthaziri
    9. Hujjat Al-Haq
    10. Munfashil Al-khilaf fi Ushul Ad-Din
    11. Al-Muntahal fi Ilm Al-Jadal
    12. Al-madinum bin Al-GhairAhlihi
    13. Mahkum An-Nadhar
    14. AraIlmu Ad-Din
    15. Arba’in fi Ushul Ad-Din
    16. Iljam Al-Awam ‘an Ilm Al-Kat
    17. Mi’yar Al-‘Ilm
    18. Al-Intishar
    19. Isbat An-Nadhar
  • Kelompok Fiqh dan Ushul Fiqh
    1. Al-Basith
    2. Al-Wasith
    3. Al-Wajis
    4. Al-Khulashah
    5. Al-Mustashfa
    6. Al-mankhul
    7. Syifakh Al-’Alil fi qiyas wa Ta’lil
    8. Adz-Dzari’ah Ila Makarim Al-syari’ah
  • Kelompok Tafsir meliputi
    1. Yaqul at-Tawil fi Tafsir At-Tanzil
    2. Zawahir Al-Quran
  • Kelompok Ilmu Tasawuf dan Akhlak secara integral bahasanya (kalam, fiqh dan tasawuf) antara lain.
    1. Ihya’ Ulum Ad-Din
    2. Mizan Al-Amanah
    3. Kimya As-Sa’adah
    4. Misykat Al-Anwar
    5. Muhasyafat Al-Qulub
    6. Minhaj Al-Abidin
    7. Ad-Dar Fiqhiratfi Kasyf ‘Ulum
    8. Al-‘Aini fi Al-Wahdat
    9. Al-Qurbat Ila Allah Azza wa Jalla
    10. Akhlak Al-Abrar wa Najat min Al-Asrar
    11. Bidayat Al-Hidayat
    12. Al-Mabadi wa Al-Hidayah
    13. Nashihat AL-Mulk
    14. Talbis Al-Iblis
    15. Al ‘Ilm Al-Laduniyyah
    16. Ar-Risalat Al-Laduniyyah
    17. Al-Ma’khadz
    18. Al-‘Amali
    19. Al-Ma’arij Al-Quds

 

Berbagai karya Imam Al-Ghozali yang multidisipliner tersebut membuktikan pada kita bahwa Imam Al-Ghozali merupakan pemikir kelas dunia yang amat berpengaruh, baik bagi kalangan para tokoh ulama klasik maupun para intelektual modern dewasa ini. Adapun pengaruhnya terhadap para tokoh klasik, dapat terlihat misalnya pada: Jalaludin Ar-Rumi, Syaikh Al-Asyraq, Ibn Rusyd, dan Syaikh Waliyullah, yang dalam karya-karya mereka banyak yang mencerminkan gagasan rasional Al-Ghozali.demikian juga, peran penyair utama Rusia, seperti : Attar, Rumi, Sa’adu, Hafidz, dan ‘Iraqi. Karya-karya mereka sangat diilhami oleh pemikiran Imam Al-Ghozali yang menjadi berkembang luasnya aliran tasawuf kewilayah Persia ini tercermin dalam berbagai bentuk puisi yang mengarahkan ke jalan yang benar. (Moh. Fauzan, 2002 : 45).

  1. AL-GHAZALI DAN SPIRITUALITAS KEAGAMAAN

Al-ghazali sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas, dan kecerdasannya mendorong dirinya bekerja keras untuk mencari ilmu pengetahuan dan mencari hakikat kebenaran sekalipun harus ditempuh dengan kedukaan dan kesengsaraan. Hal ini sudah menjadi tradisi dan kesenangan (dunianya) dan sekalikus merupakan pembawaan dan temperamennya. Usaha ini dimaksudkan untuk melepaskan diri dari belenggu keyakinan yang diduga menyesatkan yang didasarkan pada taqlid. Menurut pengakuannya, sejak remaja ia sudah mempunyai jiwa skeptis dan kritis, sehingga ia terdorong untuk menuntut ilmu ke berbagaikota untuk mengetahui berbagai paham dan aliran agama yang banyak tersebar pada masa itu di Nisabur . Al-Ghozali telah melepaskan diri dari Taqlid sejak usia muda, karena menurutnya taqlidlah yang mendasari keberagaman umat manusia pada mulanya. Oleh karena itu, ank yahudi cenderung menjadi penganut yahudi, anak Kristen menjadi Kristen dan seterusnya. Dengan jiwanya yang kritis, Al-ghozali terdorong untuk meneliti sehingga dalam keyakinan beragama seseorang, yang mana yang termasuk unsur esensial ( fitrah )dan mana yang termasuk kultur, sehingga dapat membedakan mana yang hak dan batil.

Petualangan ilmiah yang di tempuh Al-Ghozali dimulai setelah ia banyak memahami fiqh yang formalis dan empiris yang melahirkan perdebatan dalam menetapkan hukum syara akibat interpretasi yang berbeda. Kemudian Al-Ghozali mengikuti kegiatan para teolog dan banyak menulis, meneliti di bidang kalam, dan akhirnya menemukan keganjilan-keganjilan bahwa para teolog itu hanya disibukkan untuk mengumpulkan segudang argumen yang keluar dari lawannya, untuk dibantah dengan argumen sendiri yang dianggap lebih rasional. Meskipun demilkian, Al-Ghozali mengakui bahwa kalam berprestasi untuk membentengi secara rasionl akidah yang benar, yang bersumber dari Al-qur’an dan Al-Sunnah yang belum atau tidak menganutnya, menilai metode para teolog untuk bisa memuaskan tuntutan jiwanya, yang sedang mencari kebenaran sesuatu secara tuntas, meskipun dia menyadri ada orang yang cukup puas dengan hasil kerja para teolog itu.

4.PANDANGAN AL-GHOZALI TENTANG TAUHID DAN KALAM

Menurut Al-ghozali, kalam tidak identik dengan ilmu tauhid, tetapi hanya sebagian dari padanya. Dalam Ar-Risalat Al-Laduniyyah (risalah tentang ilmu “laduni”) Al-Ghazali memasukan ilmu tauhid sebagai salah satu dari macam ilmu syariat yang berkenaan dengan pokok-pokok agama (ushul). Selanjutnya dia menjelaskan objek materiil ilmu tauhid sebagai berikut

“ilmu ini membahas tentang Dzat Allah, sifat-sifat-Nya yang eternal (al-qadimah), yang aktif kreatif (al-fi’liyyah), yang esensial adz-dzatiyyah), dengan nama-nama yang sudah dikenal. Juga membahas keadaan para nabi, para pemimpin umat sesudahnya dan para sahabat. Beliau begitu pula membahas tentang keadan mati dan hidup, keadaan dibangkitkan dari kubur (al-ba’ts), berkumpul di mahsyar, perhitungan amal dan melihat Tuhan.”

Menurut Al-Ghazali, ada tiga objek materiil ilmu tauhid, yaitu: Allah dengan segala sifat-sifat-Nya, kenabian dengan segala kaitannya, dan hari akhirat dengan segala kandungannya. Memang Al-ghazali menganggap ketiga objek materiil ilmutauhid itulah yang merupakan pokok-pokok keimanan. Oleh karena itu, dalam konsep Al-ghazali, ilmu yang membahas pokok-pokok keimanan dalam Islam ialah ilmu tauhid.

Al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ ‘Ulum Ad-Din menyesalkan adanya pergeseran istilah dari “tauhid” pada “kalam”. Tauhid yang berarti mengesakan Allah, merupakan inti akidah Islam yang dibawa Nabi Muhammad, sedangkan kalam, yang berarti perkatan, hanya merupakan cara yang banyak dipergunakan dalam membahas masalah–masalah akidah. Jadi, inti npembahasan akidah tergeser oleh metode pembahasannya, sehingga pada masa Al-Ghozali, ilmu diidentikkan orang dengan ilmu kalam. Proses pergeseran terminologi ini, menurut Al-Ghozali,bermula dari adanya sekelompok ahli dialektik di bidang akidah yang mengaku sebagai Ahl al-adl wa al-tawhid(pendukung keadilan dan keesaan Tuhan), sehingga mereka yang disebut sebagai “mutakalimun” (ahli kalam) itu juga disebut sebagai “ulama tauhid”. Padahal isi doktrin tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Dan dihayati oleh umat periode pertama (salaf) sama sekali berbeda dari pengertian kalam yang sudah diidentikandengan tauhid itu. Bahkan kalam dalam pengertian sebagai pembahas masalah-msalah akidh dengan cara dialektis rasional, pertumbuhan yng menjurus ke sana, sudah ditentang oleh umat Islam periode pertama.

Al-Ghozali berteori tentang sebab lahirnya kalam didalam islam, sebagai berikut; “Allah telah menurunkan akidah yang benar kepada umat manusia melalui Nabi muhammad SAW. Sebagai utusan-Nya, sebagaimana yang dituturkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis. Namun, kemudian, setan menggoda para ahli bid’ah, menjaga dan melestarikan akidah yang benar. Mereka menyusun pembahasan yang sistematis untuk mengungkapkan kelangsungan ahli bid’ah yang menyalahi sunnah. Karena ahli bid’ah yang dihadapi banyak mempergunakan dalil-dalil Rasional, ahli kalam juga terdorong untuk mempergunakan senjata yang sama untuk menghadapi mereka.

  1. KEBESARAN AL-GHOZALI

Al-Ghozalidipandangebagaiahlipikir Islam yang mampumeninggalkanpengaruh yang besardalammemunculkan modal barudalamhidup Al-Ghozalipadamasahidup para ulamafikihsertailmukalammengajarkankepadamasyarakatupacara-upacaralahiriahbelaka. Sedangkan para ahlifilsafat Islam dantasawuftidakdapatmelepaskandirinyadaripertalianmerekadengansyiahbatini. Dalamsepertiini Al-Ghozalimunculdenganpemikirankefilsafatandanpemahaman agama tanpamengikutialiranataumadzabtertentu.

Iasendirihiduppadamasa, dimanajiwakeislaman yang sudahmerosotsedemikianrupa, dankeimananakanpokokkenabiandanhakikatnya,sertamengamalkanajaran-ajaran yang sudahmengalamikekendoran. Kekrisisan agama sudahmenimpa orang banyakdanmerekahampir-hampirbinasa, sedangdokterpengobatnyatidakada. Makakeperluanakanpembaharuan agama mendesaksekaliyaitu yang dapatmemberinilai-nilairokhaniahserta moral terhadapperbuatan-perbuatanlahir. Pembaharutersebuttidak lain adalah Al-Ghozali.

Ulamakalamsebelum Al-Ghozalitelahmemerangifilsafat, tetapitidakadaseorangpun yang dapatmengubahkanfilsafatdaridasarnyasamasekalidenganmetode yang teraturrapi,seperti yang dikerjakan Al-Ghozali. DalambukunyaTahafut al-Falasifah, iatelahmengujisetiappikiranfilsafatdanenunjukankelemahannya. Meskipunmemerangifilsafat, namuniatetapseorangfilosof yang kadang-kadangmenjelaskankepercayaan Islam berdasarkanteori-teoriPlatonisme.

Al-Ghozalijugamengambiljalantasawuf, tetapimembebaskantasawufdarisetiaptindakan yang dapatmenjauhkannyadari Islam, sepertipikiranhulul (Tuhanbertepatpadamanusia), ijtihad (menunggalnyamanusiadenganTuhan), danwihdat al-wujud (kesatuanwujud-wujudituhanyasatu, yaituTuhan). Al-Ghozalijugamenentangpikirantasawuf yang mengatakanbahwaseorangtasawufapabilatelahmencapaima’rifat, tidaklagimengenalbataslarangandansudahmenjadibebasdariikatan-ikatanSyara’.

Dalamsetiaplangkahnya, baikberhadapandenganfilosofataudenganulamakalamatau orang-orang tasawuf, iahanyamempunyaitujuansatusaja, yaitumenghidupkansemangatbarubagi Islam.

DaftarPustaka

 

Sudarsono.2004.Filsafatislam.Jakarta: PT. RinekaCipta.

Abdul Hakim, Atang dan Ahmad Saebani, Beni.2012.Filsafat Umum (Dari Metodologi Sampai Teofilosofi). Bandung : Pustaka Setia.

Andri triatno , IAINU KEBUMEN

Iklan

2 pemikiran pada “IMAM AL-GHOZALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s